21 Juli 2012

OZ Road Trip – (Part 2) Travel Partner Wanted!


photo: AFP


Dua minggu. 

Waktu yang saya rasa cukup untuk mengurusi segala macam urusan road trip Perth-Melbourne sekaligus road trip New Zealand saya. Ribet sekali rasanya. Karena timing untuk dua road trip ini harus benar-benar pas sehingga saya mendapatkan apa yang saya mau.

Jadi kurang lebihnya inilah yang saya lakukan selama dua minggu terakhir di bulan Januari 2012:

OZ Road Trip – (Part 1) Rencana Perjalanan




Setelah tiga bulan tinggal di Perth (satu bulan cari kerja plus jalan-jalan, dua bulan kerja banting tulang jadi waitress), saya memutuskan untuk pindah ke Melbourne sekitar akhir Januari 2012 atau awal Feb 2012. Kenapa? Karena pertama, saya sudah suntuk berat dengan suasana kota, pekerjaan dan kehidupan orang-orangnya. Kedua, saya ingin traveling ke New Zealand selama bulan Maret karena April sudah mulai masuk Autumn dan cuaca lebih dingin. Saya juga bisa mendapat harga tiket lebih murah karena jarak Melbourne-Auckland tidak terlalu jauh. Ketiga, kontrak share house saya berakhir awal Februari. Keempat, saya mendengar kabar kalau ex-boss saya di Singapore dulu akan berada di Melbourne pada akhir Feb, bisa sambil discuss future work possibilities. Perfect timing.

16 November 2011

The Black Swan


Cantik ya?


Kalau anda berkunjung ke Australia jangan lupa luangkan waktu anda untuk melihat para angsa hitam alias black swan karena angsa jenis ini hanya terdapat di Australia bagian Southwest, Southeast dan Tasmania. Dulu, mereka pertama kali ditemukan di Western Australia oleh orang-orang Inggris yang langsung terbengong-bengong liat angsa kok warnanya hitam legam. Untung ditemukan oleh orang Inggris ya, coba ditemukan oleh orang Jawa, bisa-bisa dipanggil Cemani.


Di Western Australia sendiri black swan menjadi lambang resmi provinsi. Kalau main-main ke Perth, anda bisa sambil piknik di Southern part of Swan River. Mereka cukup jinak dan sudah terbiasa dengan turis jadi bisa dikasih makan kalau mau. Kalau masih belum beruntung melihat mereka, di dekat Bell Tower Esplanade ada beberapa patung black swans kok kalau mau buat foto-foto, jadi gak rugi-rugi amat gitu udah jauh-jauh :p

14 November 2011

Before I Die

 Before I Die Project (Doc. NonaRansel)

Hari Minggu 13 November 2011 kemarin saya pergi ke Beaufort Street Festival di Beaufort Street, Mount Lawley. Festivalnya biasa aja sebenarnya, mostly food stalls and 8 stages of local bands. Buat saya dan teman Couchsurfing saya dari Perancis, ini kesempatan bagus karena banyak food stalls yang memberikan free sample seperti roti, bermacam-macam jenis keju dan pizza hehe *harap maklum ya, kami backpacker kere yang belum berpenghasilan*. 

Di salah satu area, mata saya tertuju pada tulisan "Before I Die" besar disitu. Ada beberapa papan tulis di dinding dengan aneka tulisan dari kapur warna-warni. Para pengunjung festival bisa mengisi baris kosong yang tertera di papan tulis tersebut sesuai dengan pikiran mereka masing-masing. Dimulai dengan kalimat:
Before I die I want to__________________

13 November 2011

When Commonwealth dan Aborigine Collide

Suasana Gallery - Corner James St & William St, Northbridge (doc.NonaRansel)

Sambil cari-cari kerjaan yang ternyata susah sekali di sini, saya menyumbangkan waktu luang saya untuk volunteer di salah satu art and photography exhibition di daerah city. Walaupun tidak dibayar, pertimbangan saya adalah, well, it's a photography thing dan saya memang suka photography, saya bisa ketemu banyak orang (sukur-sukur ketemu dan bisa belajar sama photographer-nya), lalu saya bisa minta salah satu orang-orang disitu untuk jadi work referee saya.
**Rata-rata perusahaan disini meminta minimal 2 referee lokal untuk dimintai keterangan mengenai performa kerja seseorang. Agak tidak mungkin mereka mau mahal-mahal menelpon former colleague saya di Indonesia atau Singapore**

Asal Muasal
Exhibition ini adalah bagian dari sebuah organisasi bernama Nomad Two Worlds yang diprakarsai oleh Russel James, New York's fashion photographer kelahiran Perth yang menjadi photographer kesayangan Donna Karan dan Victoria Secret. "Two Worlds" disini ide awalnya menggambarkan kehidupan migrant di Australia. Sejak kedatangan Inggris sekitar 200 tahun lalu, pulau besar ini menjadi sarat akan orang-orang dari berbagai negara yang bermigrasi untuk mencari kehidupan baru yang lebih baik. Good for them not good for the Aborigines. Suku Aborigine yang sudah hidup ribuan tahun lebih dulu diperlakukan dengan semena-mena oleh para pendatang (khususnya British government). Rumah dan budaya mereka dihancurkan, bahkan orang-orangnya dibantai. Sebagai bentuk permintaan maaf, pemerintah Australia (yang tetap didominasi oleh British migrant) memberikan segala fasilitas seperti rumah, mobil, pendidikan gratis untuk orang Aborigine.

30 Oktober 2011

God Save The Queen... and The Australian

 Pengamanan dan keramaian Esplanade (doc. NonaRansel)

Rupanya kedatangan saya di Perth termasuk pada saat yang tepat karena tgl 28-29 Oktober 2011 bertepatan dengan Commonwealth Heads of Governement Meeting (CHOGM) dimana lebih dari 50 pemimpin negara-negara Commonwealth bertemu untuk rapat . Hal yang membuat menarik adalah The Queen Elizabeth II dan The Duke of Edinburgh akan datang untuk membuka rapat dan bersedia bertemu dengan masyarakat Australia (belum tentu terjadi di negara lain selain Inggris).

Selama dua hari tersebut akses kendaraan pribadi ke CBD ditutup. Sebagai gantinya pemerintah memberikan kemudahan berupa FREE public transportation baik itu kereta, bis maupun ferry. Panitia CHOGM juga memberikan denah, jadwal serta petunjuk yang jelas tentang kapan dan dimana kita bisa melihat ratu.

24 Oktober 2011

Keragaman Perth


***Disclaimer: Saya membuat peta ini semata-mata agar semua orang bisa mengerti apa yang saya bicarakan. Banyak ngawurnya, sedikit akuratnya. Lima garis tebal adalah jalur kereta. Lingkaran bergaris merah adalah Airport. Klik pada foto untuk memperbesar gambar**

Genap sepuluh hari sudah saya berada di kota ini. Saya telah pindah dari rumah host Couchsurfing saya di Bassendean (titik A) ke "kost-kostan" di Murdoch (titik B) dengan jarak sekitar 28km. Sebenarnya kalau kita mau bicara Perth, yang bener-bener disebut "Perth" itu hanya area CBD-nya saja (area Merah). Kecil, jauh lebih kecil dari area Sudirman-Thamrin. Di luar itu sudah disebut "suburb" atau "town". Kalau menulis alamat surat juga cuma menulis: 
"9 Harlock Close, Murdoch, Western Australia".
Simple. Gak usah pusing pake RT RW. Apalagi nomor gang.


Bapak kost saya di Murdoch adalah kakak dari mantan boss saya di Singapore dulu. Gak ngerti gimana didikan ibunya dulu, tapi itu satu keluarga baiknya luar biasa. Paul -begitu namanya-, telah tinggal di Perth selama 20 tahun setelah sebelumnya sibuk berkeliling dunia karena bekerja sebagai bankir untuk sebuah bank Jerman. Pria cerdas yang masih berotak tajam walaupun hampir berusia 70 tahun ini rela mengantar saya kemana-mana (tanpa diminta lho) agar saya bisa lebih mudah mencari pekerjaan. Paul juga terlihat sangat panik dan khawatir ketika saya beri tau bahwa saya stay di sekitar Bassendean. Sambil mengantar saya keliling kota berceritalah beliau;